Home

Global Marketing merupakan mata kuliah dari program Studi Magister Manajemen Bisnis Sekolah Pasca Sarjana UPI untuk konsentrasi Manajemen Pemasaran. Konsentrasi Manajemen Pemasaran terdiri dari 15 orang mahasiswa program studi Magister Manajemen Bisnis 2008. Terbagi menjadi delapan kelompok, mahasiswa M2B membangun blog ini dengan berdasar pada buku Global Marketing Management dari Kotabe dan Helsen (2007)

Secara garis besar gambaran dari Global Marketing Management yang dibahas dalam Kotabe dan Helsen adalah sebagai berikut :
Global Pedagogic

Dari 19 point Marketing Global diatas, hanya delapan point yang akan dibahas, dengan detil sebagai berikut :

5. Political / Legal Environment oleh Lisnawati & Nira Mailani

7. Global Segmentation & Positioning oleh Galih Kusumah & Arciana Damayanti

9. Global Market Entry Strategy oleh Dian Daffid & Nia Widyanti

11. Product Development (Produk & Merk Global) oleh Arie Indra Gunawan & Uswarudin Uswa

13. Global Pricing oleh Yudha Trisyah Putra & Deni Koswara

14. Communicating with the world Consumer oleh Nina Usdayani

16. Global Logistic & Distribution oleh Nur Winda & Ihwan Setiadi

17. Export / Import Management oleh Langlang Jagad & Fansuri Munawar

M2B Big Family

m2ball

Responses

  1. Dua foto terakhir….
    keren ya???🙂🙂

  2. Setiap perusahaan barang dan jasa tidak akan terlepas dari masalah penyaluran barang yang dihasilkan suatu barang yang akan di jual ke masyarakat. Para produsen berhak menentukan kebijaksanaan distribusi yang akan dipilih dan di sesuaikan dengan jenis barang serta luasnya armada penjualan yang akan digunakan.
    Perusahaan berada dalam persaingan yang semakin tajam, perusahaan harus segera mengadakan penelitian terhadap pasarnya. Penelitian pasar tersebut bertujuan untuk mengetahui kebutuhan serta selera konsumen dan jika mungkin menstimulir permintaan serta menciptakan langganan. Suatu perusahaan dikatakan berhasil di dalam marketing apabila perusahaan tersebut dapat memasarkan barang-barangnya secara luas dan merata dengan mendapatkan kuntungan yang maksimal.
    Pada umumnya, kemacetan dalam mendistribusikan barang-barang dan jasa-jasa akan banyak menimbulkan kesulitaan baik dipihak konsumen maupun produsen. Kesulitan yang akan terjadi di pihak produsen meliputi terganggunya penerimaan penjualan sehingga target penjualan yang telah di tentukan tidak dapat terpenuhi. Hal ini akan menyebabkan arus pendapatan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melangsungkan kontinuitasnya tidak dapat diharapkan. Sedangkan kesulitan yang akan timbul di pihak konsumen akan menyebabkan tendensi harga yang meningkat.
    Tendensi harga yang meningkat terjadi akibat berkurangnya barang yang ditawarkan di pasar. Oleh karena itu sangatlah tepat apabila perusahaan memahami kebijaksanaan distribusi terutama yang menyangkut pemilihan saluran distribusi dan penentuan distribusi fisik.
    Pemilihan dan penentuan saluran distribusi bukan suatu hal yang mudah karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi akan dapat menggagalkan tujuan perusahaan yang telah di tentukan. Pemilihan saluran distribusi yang salah dapat menimbulkan penghamburan biaya atau pemborosan. Oleh sebab itu masalah pemilihan saluran distribusi akan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menginginkan perkembangan kegiatannya.
    Didalam menyalurkan barang-barang kepadaa konsumen, produsen memilih beberapa alternatif yang terjadi, misalnya menyalurkan langsung kepada konsumen atau melalui lembaga niaga perantara. Sistem distribusi langsung dari produsen ke konsumen memungkinkan perusahaan untuk dapat menguasai distribusi barang-barang sepenuhnya. Namun konsekwensinya, biaya sistem ini adalah lebih besar jika dibandingkan dengan sistem distribusi yang tidak langsung.
    Untuk dapat memperkecil kesalahan-kesalahan penggunaaan sistem distribusi yang dipilih, maka sebelum pemasaran di kembangkan terlebih dahulu masalah-masalah yang berkenaan dengan saluran distribusi diinventarisasi. Faktor-faktor utama yang perlu mendapat perhatian dalam hal ini antara lain: beban biaya dari berbagai jenis saluran, distribusi, jarak antara perusahaan dengan para pemakai, luas pasar yaang ingin dilayani oleh perusahaan, type dan jumlah outlet yang hendak dipakai serta sejauh mana perusahaan ingin menguasai distribusi fisik barang tersebut.
    Hal yang tidak kalah penting bagi produsen adalah masalah perkembangan atau trend dari jumlah pedagang eceran (retailer) dan pedagang besar (wholesaler), karena hal ini memegang peranan dalam penentuan strategi pemasaran. Untuk lebih jelasnya akan dibahas beberapa pengertian distribusi.
    ” Saluran merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai ke pemakai “.
    Defenisi tersebut masih bersifat sempit. Istilah barang sering diartikan dalam bentuk fisik. Akibatnya defenisi ini cendrung menggambarkan pemindahan jasa-jasa atau kombinasi antara barang dan jasa. Selain membatasi barang yang disalurkan, defenisi ini juga membatasi lembaga-lembaga yang tersedia. Defenisi ini juga tidak menerangkan melalui siapa barang dan jasa itu di salurkan.
    “Saluran merupakan suatu struktur unit organisasi dalam perusahaan yang terdiri dari agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, melalui mana sebuah komoditi, produk dan jasa dipasaran”.
    Defenisi ini lebih luas, dimana dikatakan bahwa lembaga-lembaga yang dalam aliran arus barang relatif banyak. Dengan masuknya istilah struktur, defenisi ini menjadi bersifat statis pada saluran dan tidak dapat membantu untuk mengetahui hubungan-hubungan yang terjadi antara masing-masing lembaga.
    “Saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar terlentu”.

  3. NAMA: FANSURI MUNAWAR
    NIM: 0809236

    1. Indonesia masih memiliki perusahaan global yang cukup baik, yaitu di bidang informasi dan komunikasi seperti PT. TELKOM, TBK yang telah menjalankan bisninsya sampai Asia Tenggara. Pada tahun 2009 ini PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menduduki urutan 675 perusahaan terkemuka dunia versi majalah Forbes, “The Forbes Global 2000”. Pencatuman Telkom dalam daftar The Forbes Global 2000 itu berdasarkan jumlah pendapatan, keuntungan, aset, dan nilai pasar Telkom yang dinilai luar biasa. Telkom sendiri memiliki market value mencapai 10,60 miliar dollar AS, laba 17,41 miliar dollar AS serta asset mencapai 8,74 miliar dollar AS. Bagi Telkom, tercatat di daftar Forbes Global 2000 adalah kali ketiga. Namun, tahun ini terasa spesial karena peringkatnya naik pesat. Pada 2007 lalu, Forbes menempatkan Majalah Forbes Asia pada juga memilih Telkom sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar Fabulous 50 (The Best of Asia Pacific’s Biggest Listed Companies), atau perusahaan publik terbaik di Asia Pasifik.
    2. Nokia sebagai perusahaan telepon selular menjadi pemimpin pangsa pasar global yang berasal dari finlandia dengan fokus pada negara Inggris dan Amerika. Keberhasilan ini didapat karena Nokia jeli dalam membidik pasar sasarannya, yaitu dengan menerapkan strategi segmentation, targeting, dan positioning (STP) dengan baik. Sehingga konsumen menjadi lebih mudah mengidentifikasi produk yang cocok. Hal ini sesuai dengan moto nokia sebagai positioning yaitu “Connecting People”.

    3.

    In order to plan their product Nokia must look at what area of the
    market they want to aim the products at, as the current youth market
    is more or less saturated Nokia will have to research into a new
    market, I suggest the 55+ market as they will have lots of disposable
    income and my research shows that most people aged 55+ do not
    currently own a mobile device and could be persuaded to buy one by
    certain promotions and a good advertising campaign, also the drop in
    call prices should attract a lot of people who may have previously
    been hesitant due the high costs.

    Below is a table showing the population in terms of social grouping of
    Nokia:

    Socio-economic group

    % Of population

    A-Upper class

    2.8%

    B- Middle class

    18.6%

    C1- Lower middle class

    27.5%

    C2- Skilled working class

    22.1%

    D- Working class

    17.6%

    E-Low income earners

    11.4%

    I think that Nokia should aim their products at the socio-economic
    group B (middle class) event though they aren’t the biggest group they
    are the group that is most likely to spend their money on a mobile
    telephone as my questionnaire results showed.

    4. The marketing mix
    —————–

    The marketing mix refers to the combination of elements within a
    companies marketing strategy, these are designed to give the customer
    what they want and in the long term are designed to maximise profits.
    The marketing mix is based around the idea of the 4 P’s:

    Product-The product is the centre of the marketing mix and the other
    three P’s are based around it. Consumers purchase goods and services
    for a variety of individual reasons and a company must be aware of all
    of these when selling a product (that is why they conduct market
    research).

    Price-Is a key factor in the selling of a product, and is usually the
    one that is open to the most change based on different pricing
    strategies, for example, competitor based, penetration or skimming.
    The three main factors affecting the amount charged for a product or
    service, are; the cost of production, customer demand and competition.

    Place-This refers to the chosen outlets for a product or service, for
    a product to be very successful it must be easy to access, Mobile
    phones are very easy to access nowadays, they are sold in
    supermarkets, specialised outlets (either by network or brand) and all
    major department stores.

    Promotion-This involves providing information to the customer over a
    variety of media platforms, using radio, television and print
    advertising as well as using other promotional tools such as “money
    off deals” and “free giveaways”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: